Saturday, December 8, 2012

Kurikulum SD Berlandaskan Tematik Integratif

0 comments
Perubahan kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 rencananya akan diberlakukan terhadap siswa dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Dari ketiga jenjang sekolah ini, pendekatan untuk tingkat dasar menjadi yang paling krusial. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa pendekatan kurikulum untuk tingkat dasar harus dipersiapkan sebaik mungkin. Pasalnya, anak-anak mulai mengenal dan mengamati suatu hal pada tingkatan SD sehingga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak salah konsep.

Dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Selasa (13/11/2012) Menteri menyampaikan bahwa untuk tingkat SD ini, banyak terjadi perdebatan dan beda pendapat di dalam tim. Tapi disepakati satu bahwa pada jenjang ini, pendekatan proses belajarnya, dengan cara tematik integratif.

Seperti diketahui, jumlah mata pelajaran untuk jenjang SD dipadatkan menjadi enam mata pelajaran dari sebelumnya sebanyak 10 mata pelajaran. Berkurangnya jumlah mata pelajaran pada tingkat SD ini diakibatkan agar mata pelajaran IPA dan IPS tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan mata pelajaran wajib lainnya.

"Pelajaran wajibnya adalah Pendidikan Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan," ujar Nuh.

Ada dua alternatif yang mengemuka pada penerapan kurikulum baru untuk pendidikan dasar ini. Pertama, IPA dan IPS tidak berdiri sendiri sebagai mata pelajaran untuk kelas I hingga kelas VI. Kedua, IPA dan IPS akan berdiri sendiri sebagai mata pelajaran saat siswa masuk kelas IV hingga kelas VI.

"Ada usulan memang semacam itu. Tapi nanti kita lihat saja. Yang pasti IPA dan IPS itu tidak hilang hanya dimasukkan pada mata pelajaran yang lain. Pendekatannya saja namanya tematik integratif," ungkap Nuh. Dengan pendekatan tematik integratif ini, anak-anak tingkat SD ini akan belajar sesuai dengan tema yang dipilih oleh gurunya secara teratur tiap minggu. Tema yang diangkat tersebut akan menjadi penggerak mata pelajaran yang lain.

"Contoh, temanya 'sungai', maka anak-anak bisa diajak bercerita tentang sungai dalam bentuk tulisan, itu masuk Bahasa Indonesia. Kemudian dijelaskan bahwa sungai tidak boleh dicemari karena akibatnya merugikan masyarakat, itu bisa masuk PPKn. Yang seperti itu nanti yang akan dilakukan," ungkap Nuh.

Pendekatan kurikulum yang akan dilakukan untuk pendidikan dasar ini juga membutuhkan guru yang kompeten dan kreatif. Nantinya guru akan diberi buku acuan untuk memilih tema dan mengembangkannya. Anak-anak juga sekali-kali akan diajak keluar kelas untuk observasi langsung terkait tema yang diangkat. Dengan lingkungan alam yang bebas di luar juga bisa jadi seperti laboratorium. Dengan ini, kompetensi lulusannya juga akan berubah lebih baik," kata Menteri.

Mapel Bahasa Inggris SD Tidak Dihapus

0 comments
Perihal penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris dari kurikulum untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sempat diwacanakan. Menanggapi hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali memberi klarifikasi mengenai keberadaan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SD.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, mengatakan bahwa mata pelajaran bahasa Inggris untuk jenjang SD memang tidak pernah diwajibkan. Untuk itu, tidak ada penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris dalam perombakan kurikulum untuk tingkat SD. Memang dari dulu tidak ada mata pelajaran wajib bahasa Inggris. Selama ini, mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD itu masuk ke mulok bukan mapel wajib.

Beliau mengatakan bahwa mata pelajaran bahasa Inggris SD memang tidak akan dimasukkan dalam enam mata pelajaran wajib untuk tingkat SD dalam kurikulum baru. Hal ini mempertimbangkan daerah-daerah lain yang berada di pelosok dan tenaga pengajar juga terbilang masih minim.

Kendati demikian, bagi sekolah yang menjadikan bahasa Inggris sebagai muatan lokal atau pelajaran tambahan dapat tetap dilakukan selama konten yang diberikan tidak membebani dan dapat diterima baik oleh anak-anak.

Mata pelajaran Bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar (SD) dianggap masih penting bagi siswa. Sebab, ke depan generasi bangsa ini akan menghadapi persaingan global dan membutuhkan bahasa tersebut untuk komunikasi.Apabila melihat kondisi percaturan global dan sekolah menengah pun sudah berstatus rintisan bertaraf internasional. Dengan demikian mapel bahasa Inggris tetap dirasa perlu bagi siswa SD. Bagaimanapun bahasa asing tersebut perlu ditanamkan sejak dini untuk siswa di sekolah dasar (SD).

Wednesday, August 22, 2012

Mapel SD

0 comments
Mendikbud RI Bapak Prof. Mohammad Nuh mengatakan pengembangan kurikulum 2013 mengalami beberapa perubahan, terutama mata pelajaran(Mapel) yang diajarkan. Salah satunya di tingkat SD. Menurut Pak Menteri, saat ini, ada ada 10 mata pelajaran yang diajarkan, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.

Namun mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka.

Berikut kami sampaikan perbandingan mata pelajaran Sekolah Dasar dari 2 (dua) kurikulum:

Mapel SD - KTSP

  1. Pendidikan Agama
  2. Kewarganegaraan
  3. Jasmani dan Kesehatan
  4. Bahasa Indonesia
  5. Bahasa Inggris
  6. Matematika
  7. Ilmu Pengetahuan Alam
  8. Ilmu Pengetahuan Sosial
  9. Seni Budaya dan Keterampilan
  10. Muatan lokal dan
  11. Pengembangan diri

Mapel SD - Dalam rancangan Kurikulum 2013

  1. Pendidikan Agama,
  2. Pendidikan kewarganegaraan,
  3. Bahasa Indonesia,
  4. Matematika,
  5. Seni budaya dan prakarya,
  6. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, dan
  7. Pramuka

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran. Sedangkan untuk mapel IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, dan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Arsip Website

 
Mapel SD © 2011 Grade science & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends